Sejarah Permainan Adu Ayam Jago

Halo, ketemu lagi bersama saya Joevanca Chiang. Kali ini kita akan membahas sebuah permainan yang kelihatan berbeda dari jenis-jenis permainan yang sudah pernah saya bahas pada artikel-artikel saya sebelumnya. Daftar Sabung Ayam terbaik merupakan salah satu dari sekian banyak permainan menarik yang ada di antara berbagai macam permainan-permainan menarik yang pernah ada.

Sejarah Permainan Adu Ayam Jago

Banyak macam permainan menarik yang disuguhkan sekedar untuk memanjakan para customer penikmat permainan judi online yang ada di Indonesia. Salah satu permainan menarik yang ada dalam portal betting adalah permainan sabung ayam yang sudah begitu menjadi sebuah tradisi bagi banyak masyarakat Indonesia.

Sebelum kita mulai ke dalam pembahasan mengenai Panduan Bermain Sabung Ayam ini, yuk terlebih dahulu saya coba jelaskan sedikit tentang bagaimana sejarah sabung ayam di Indonesia yang bukan semata hanya sekedar sebuah permainan.

Sabung Ayam atau yang biasa disebut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai adu ayam jago, merupakan sebuah permainan menarik yang sudah ada sejak dahulu kala, yang dilakukan oleh banyak masyarakat dari berbagai golongan di seluruh kepulauan Nusantara Indonesia. Jenis dari permainan sabung ayam atau adu ayam jago ini adalah sebuah permainan yang ternyata bukan hanya sebuah permainan hiburan semata bagi masyarakat Indonesia tetapi juga merupakan sebuah cerita kehidupan dalam sosial budaya masyarakat Indonesia khususnya.

Permainan sabung ayam atau adu ayam jago ini adalah merupakan perkelahian antara dua ayam jago yang memiliki taji dan terkadang taji dari kedua ayam jago itu juga ditambahkan sesuatu yang terbuat dari logam runcing atau pisau.

Sabung ayam atau adu ayam jago ini juga memiliki sebuah peristiwa di masa lampau dalam kisah kematian Prabu Anusapati yang terbunuh ketika menyaksikan pertarungan adu ayam jago ketika itu. Peraturan membawa keris atau senjata ke dalam arena sabung ayam menjadi sebuah peraturan keras yang berlaku saat itu. Ken Dedes, ibu dari Anusapati pernah menasehati agar Anusapati tidak melepaskan kerisnya jika ingin menyaksikan sebuah pertarungan ayam jagi yang diselenggarakan di Istana. Tetapi karena peraturan dan desakan Pranajaya dan Tohjaya tentang aturan dalam arena sabung ayam, Anusapati terpaksa melepaskan kerisnya sesaat sebelum pertarungan ayam jago tersebut dimulai. Pada saat itu dalam arena sabung ayam tersebut terjadi sebuah kekacauan dan akhirnya sesuatu yang di khawatirkan oleh Ken Dedes pun terjadi, dimana dalam kekacauan tersebut merenggut nyawa Anusapati yang terbunuh oleh adiknya, Tohjaya oleh keris pusakanya sendiri. Jenasah Anusapati kemudian dimakamkan di Candi Penataran dan peristiwa tersebut tetap dikenang orang hingga sekarang ini.

Menurut cerita yang beredar di pulau Jawa, permainan sabung ayam ini ternyata berasal dari sebuah cerita rakyat. Dimana seorang bernama Cindelaras yang memiliki seekor ayam sakti kala itu diundang oleh Raja Jenggala, Raden Putra untuk mengadu ayam. Sang Raja kala itu memberikan satu persyaratan bahwa jika ayam Cindelaras kalah maka ia akan dihukum pancung. Tetapi jika ayam Cindelaras menang, maka separuh dari kekayaan yang dimiliki oleh Raja Raden Putra akan menjadi milik Cindelaras. Akhirnya tibalah hari pertarungan ayam jago tersebut. Dua ekor ayam jago itu bertarung dengan sangat gagah berani. Namun hanya dalam waktu yang sangat singkat ayam Cindelaras berhasil menaklukan ayam Raden Putra. Para penonton yang memadati tempat pertarungan dua ayam jago itu pun bersorak sorai mengelu-elu kan Cindelaras dan ayam miliknya. Akhirnya Sang Raja mengakui kemenangan ayam jago milik Cindelaras dan mengetahui bahwa seorang yang bernama Cindelaras itu tak lain merupakan putranya sendiri yang lahir dari permaisuri dan terbuang akibat iri dengki dari selir Raja.

Lain lagi menurut cerita yang beredar di Pulau Bali, permainan sabung ayam di Bali disebut dengan Tajen yang merupakan salah satu upacara dalam masyarakat Hindu di Bali. Tujuan daripada Tajen ini adalah mulia, yaitu mengharmoniskan hubungan antara manusia dengan Sang Agung. Upacara ini merupakan runtutan dari upacara yang sarananya menggunakan binatang kurban seperti ayam, itik, kerbau, babi dan segala jenis hewan peliharaan lainnya. Tradisi seperti ini sudah sangat lama ada, bahkan semenjak jaman Majapahit yang ketika itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tradisi ini merembet ke Pulau Bali yang dibawa oleh orang-orang pelarian Majapahit sekitar tahun 1200.

Demikianlah sekilas mengenai cerita tentang sejarah dan perkembangan sebuah permainan bernama sabung ayam atau yang biasa disebut adu ayam jago ini. Panduan Bermain Sabung Ayam ini, intinya hanya sebuah pertarungan antara dua ayam jago dimana ketika salah satu ayam yang bertarung itu kalah, maka kemenangan menjadi pemain yang memilih ayam petarung yang menang dalam arena adu ayam tersebut.

Bagi para pembaca yang penasaran dan ingin mencoba sensasi bermain dalam permainan sabung ayam ini, silahkan klik disini Daftar <<< GRATIS.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Semoga bermanfaat bagi anda semua. Salam…

.doc (24/08/17) Joevanca, artikel Sejarah Permainan Adu Ayam Jago. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s